Open Wardrobe

Open Wardrobe

BERBAGI
open wardrobe

Seperti apa Model Open Wardrobe itu?

Sahabat Imania, kalau mempunyai kamar tidur yang dihiasi interior yang cantik dan bagus memang sangat menyenangkan, selain memberikan keindahan ruang kamar tersebut, juga bisa meningkatkan kenyamanan ruang tidur tersebut. Apalagi bila ruang tersebut mempunyai ukuran yang besar.

Namun, agar bisa mendapatkan kenyamanan dalam ruang tidur, tidaklah harus mempunyai ukuran ruangan yang luas koq sahabat imania, yang penting, dalam ruangan tersebut tidak terlalu banyak barang-barang atau mebel. Dengan banyaknya barang/perabotan akan membuat ruangan hanya berkesan sempit.

Biasanya, furniture yang ukurannya cukup memakan luas ruangan adalah wardrobe. Wardrobe memang sangat dibutuhkan dalam ruang kamar tidur, namun, jika luasnya tidak sesuai dengan luas ruangan, maka hal ini menjadi masalah. Lantas, bagaimana solusinya? Apakah harus diletakkan diluar??

Tidak harus diletakkan diluar koq sahabat imania, caranya kita sembunyikan saja wardrobenya, Emang bisa?? Bisa, caranya dengan membuat desain open wardrobe. Apa itu?? yaitu lemari pakaian yang tak berpintu, dan segala isinya bisa terlihat langsung. Sedangkan bagian dalam lemari ini bisa tersusun layaknya sebuah lemari biasa. Walaupun bersifat terbuka, wardrobe ini juga ada area rak untuk menyimpan pakaian atau benda lainnya, dan area gantung untuk pakaian yang digantung.

open wardrobeNah, sifat open wardrobe-nya ini bisa dilihat dari pintunya, karena konsep ini tidak menggunakan pintu. Tanpa keberadaan pintu, keberadaan lemari ini bagai tak ada. Semuanya terbuka, tanpa pintu. Ada lemari, tapi kaya gak ada lemari. Sosoknya seperti yang pada foto.

Efek dari lemari terbuka ini seperti mirip dengan meniadakan sekat pada ruangan. Lebih lega dan untuk ruangan berlahan relatif sempit, lemari seperti ini bisa memberi efek hemat lahan dan meluaskan. Kelebihan lainnya, lemari terbuka memaksa pemiliknya untuk selalu menjaga kerapian. Bagaimana tidak? Semua serba terbuka, kalau baju tak terlipat rapi, kaos kaki dan dasi berantakan misalnya, akan jelas terlihat.

Ukuran lemari bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau ketersediaan lahan. Begitu pula dengan banyaknya rak atau laci yang ingin dibuat. Saran praktis, buat sahabat imania yang berniat membuat lemari terbuka, manfaatkan keranjang atau boks untuk menyimpan benda-benda berukuran kecil, seperti dasi, pita, syal, dan sebagainya.

Supaya tampilannya lebih menarik, dinding bagian belakang lemari bisa dilapisi cermin atau wallpaper bermotif. Untuk menghindarkan pakaian dari debu, bisa saja lemari ini dilengkapi dengan pintu geser dari kaca transparan. Memang kehadiran kaca bisa membuat lemari tak terbuka lagi, namun karena sifat kaca yang transparan itu masih tetap bisa menjaga “keterbukaan” lemari, sehingga tetap dapat membuat lemari bagai tak ada.

Bila anda mencari atau ingin berkonsultasi dengan desainer interior, anda bisa langsung menghubungi kami, untuk nomer telepon bisa anda dapatkan di halaman contact website ini :) untuk konsultasi FREE alias bebas biaya. Dan bila anda membuat furniture maupun interior rumah pada kami, kami akan memberikan harga yang special untuk anda :)

Untuk artikel terkait lainnya, anda bisa membaca beberapa artikel berikut ini yaitu mengenai dapur, dapur terbuka, dan dapur mungil. Selamat membaca, Happy design :)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY