Warna Putih

Warna Putih

Warna Putih – It’s All About White

 

Warna Putih

Warna Putih adalah warna dasar yang netral. Bahkan, terkadang warna putih dianggap tidak berwarna. Karena itu warna putih sering digunakan sebagai dasar atau background pada sebuah ruang. Ia sangat fleksibel dipadukan semua warna, termasuk dengan warna putih itu sendiri.

Bila kita berada di ruangan dengan dominasi putih, secara psikologis kita akan merasa bersih, cerah, segar, suci dan murni, apalagi bila ruangan benar-benar berwarna putih, dampak psikologis tadi akan lebih terasa. Bagi beberapa orang, putih yang dominan pada ruang bisa membosankan. Biasanya mereka menempatkan aksen pada ruang dengan memakai furniture atau aksesoris yang berwarna terang. Putih indentik dengan kesan netral, namun, bila interior yang bernuansa “white on white”, dampaknya tidaklah netral, malah akan member kesan dramatis.

White on White

Interior putih dalam putih dimulai dengan membuat bidang-bidang ruang yang berwarna putih. Dinding, langit-langit dan lantai harus berwarna putih. Lantai putih dihadirkan dengan material keramik atau marmer. Lantai parket coklat juga bisa digunakan supaya warna furniture, aksesoris, dinding dan langit-langit yang berwarna putih diatasnya lebih terlihat menonjol. Karpet berwarna putih bisa digunakan menutupi lantai yang tidak berwarna putih. Yang perlu diperhatikan, pencahayaan pada ruangan putih-putih ini. Bidang putih memantulkan cahaya lebih baik dibandingkan cahaya lain. Jangan sampai ruang terlalu terang sehingga membuat silau.

Karakter Ruangan dan Penghuninya

Tidak selamanya putih berorientasi baik. Warna putih juga mempunyai kesan negative. Karena tidak mempunyai warna, terkadang kita meraa datar tanpa emosi diruangan yang berwarna putih. Ruangan juga terkesan kosong, dingin, dan kejam, karena tidak ada kesan hangat sama sekali.

Tema putih-putih tidak selalu cocok di setiap rumah. Apalagi hunian yang ada anak-anak di dalamnya. Belum lagi, bila kita memelihara hewan ditambah halaman yang becek bila hujan. Penghuni yang tidak apik mungkin akan tersiksa bila tinggal di rumah “All White”. Pola hidupnya yang tidak rapi, secara otomatis membuat merasa selalu bekerja keras untuk membersihkan rumahnya yang putih bersih. Belum lagi bila noda makanan dan minuman tumpah di sofa dan karpet putihnya.

Soft Classic

Kesan netral yang dimiliki warna putih menyamarkan keramaian pada elemen ruang. Ruangan bergaya klasik pasti penuh furniture dan aksesoris dengan detail dan ornament. Gaya ini tentunya tidak sesuai dengan penghuni yang ingin rumah modern.

Namun, apakah aplikasi putih-putih pada ruangan mungkin bisa membuatnya mempertimbangkan itu. Wallpaper berwarna putih dengan motif berwarna putih akan terlihat lebih samar. Detail ornament hanya terlihat, namun tidak banyak “berbicara”. Hal yang sama berlaku pada motif, corak, dan ornament pada sofa atau karpet. Bahkan tekstur yang kasar sekalipun akan tersamarkan.

Kaca dan Logam

Material yang cocok untuk mendukung tema ini adalah metal, kaca dan marmer. Logam yang bisa digunakan, logam yang berwarna putih, seperti stainless steel atau alumunium. Kehadiran material ini akan menambah kesan modern. Apalagi bila dipadukan penggunaan kaca atau material transparan lainnya. Kaca yang terhubung ke ruang luar, juga menjadi sarana memasukkan warna ke dalam ruangan tanpa bermaksud melakukannya. ( Sumber : Home Living )

Itulah beberapa informasi seputar Warna putih.

 

[learn_more caption="Baca Juga" state="open"] Interior Kamar Mandi

Meja Belajar

Interior Dapur Minimalis

Sofa Tamu

Warna Orange [/learn_more]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>